Kamis, 27 Februari 2014

KI BAGUS BODRONOLO



Diceritakan bahwa salah satu cucu dari Panembahan Senopati adalah Ki Maduseno (putra perkawinan Kanjeng Ratu Pembayun dengan Ki Ageng Mangir VI), yang disembunyikan dan dibesarkan di Karanglo. Pada tahun 1606 Ki Maduseno kawin dengan Dewi Majati, kemudian berputra KI Bagus Bodronolo. 
Dalam sejarahnya beliau pernah berguru kepada Sunan Geseng dari gunung Geyong. 
Peran serta Ki Bodronolo terlihat ketika Penyerbuan sltan Agung Raja Mataram ke Batavia yaitu membantu dan mencari lumbung pangan untuk pasukannya menyerbu Batavia. Ki Bagus Bodronolo membantukan lokasi dan pengumpulan pangan dari rakyat desa dengan jalan membeli dari rakyat. 

Sabtu, 22 Februari 2014

KEBUMEN TEMPO DOELOE

Peta Wilayah Kabupaten Kebumen butan Belanda, (1909) 



Para pejabat Belanda didepan mulut Gua Jatijajar (1909)




Jembatan Lukulo, Jembatan penghubung untuk masuk kekota Kebumen (1920)



Noni Belanda bersama pembantunya berpose didepan mulut gua Jatijajar (1912)


Pabrik Minyak Sari Nabatiyasa di bekas Lahan Kadipaten panjer (1920)


Stasiun Gombong (1920)

Gedung Asisten Residen Kebumen (1920)


Sumber Foto ; Troppenmuseum

Jumat, 21 Februari 2014

PANGERAN ARUNGBINANG - JOKO SANKRIB

Dari beberapa sumber dinyatakan bahwa Jaka Sangkrib itu mempunyai darah keturunan Mataram,
1.    yaitu : Kyai Bumidirja, mempunyai empat orang anak, yang ragil bernama kyai bekel. 
2.    Kyai bekel punya anak kyai ragil .
3.    Kyai Ragil punya anak bernama kyai Hanggayuda, punya dua orang putri salah satunya dikawin oleh Pangeran Puger, dari perkawinan itu lahirlah Jaka Sangkrib.

Namun Jaka Sangkrib ditipkan pada Demang Kutawinangun (pamannya). Dari silsilah ini jelas Jaka Sangkrib merupakan keturunan Bangsawan Mataram yang berasal dari Kyai Bumidirja dan juga ayahnya Pangeran Puger.